
Pemilihan Ketua OSIS SMP-IT Harapan Bangsa Tanjung Morawa 2025 digelar secara online. Proses transparan, efisien, dan mendukung demokrasi digital di sekolah.
Pemilihan ketua OSIS SMP-IT
Pemilihan Ketua OSIS merupakan salah satu agenda tahunan yang selalu ditunggu oleh para siswa. Tahun 2025 menjadi momen bersejarah bagi SMP-IT Harapan Bangsa Tanjung Morawa karena untuk pertama kalinya kegiatan ini diselenggarakan secara online. Acara yang berlangsung pada 19 Agustus 2025 ini menjadi bukti nyata bahwa sekolah semakin beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan dunia digital.
Pemilihan OSIS bukan hanya sekadar memilih siapa yang akan memimpin organisasi siswa, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran tentang demokrasi sejak dini. Dengan sistem online, siswa bisa lebih mudah menggunakan hak pilihnya tanpa harus menunggu antrean panjang di TPS sekolah.
Selain itu, penerapan teknologi dalam pemilu OSIS ini juga menumbuhkan rasa tanggung jawab siswa untuk menggunakan internet secara positif. Cara ini sejalan dengan tren global di mana dunia pendidikan mulai mengintegrasikan sistem digital dalam berbagai aktivitas. Misalnya, di Kemendikbudristek telah banyak program digitalisasi sekolah yang mendorong partisipasi aktif siswa dalam dunia pendidikan.
Pihak sekolah bekerja sama dengan tim IT internal untuk merancang sistem pemilihan berbasis web. Setiap siswa mendapatkan akun khusus yang hanya bisa digunakan satu kali untuk memberikan suara. Hasil pemilihan dapat dipantau secara real-time, sehingga menumbuhkan rasa percaya terhadap transparansi proses demokrasi di sekolah.
Sistem online ini tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga mengurangi penggunaan kertas. Hal tersebut mendukung gerakan paperless yang ramah lingkungan. Bahkan, beberapa sekolah lain di Indonesia juga mulai menerapkan pola serupa, seperti yang diberitakan dalam Kompas Edukasi.
Sejak diumumkannya bahwa pemilihan OSIS tahun 2025 dilakukan secara online, antusiasme siswa semakin meningkat. Banyak yang merasa lebih nyaman memilih lewat perangkat masing-masing, baik dari laptop maupun ponsel. Guru dan pegawai sekolah pun turut memberikan dukungan penuh agar proses berjalan lancar.
Kepala sekolah SMP-IT Harapan Bangsa Tanjung Morawa menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk memberikan pengalaman baru bagi siswa, sekaligus membiasakan mereka dengan sistem digital yang semakin berkembang di masa depan. Menurut beliau, pemilihan OSIS online ini sejalan dengan visi sekolah untuk melahirkan generasi unggul, cerdas, dan berintegritas.
Terdapat beberapa manfaat yang dirasakan dari pelaksanaan pemilihan OSIS secara online, antara lain:
Meningkatkan partisipasi siswa – Semua siswa dapat memberikan suara dengan lebih mudah.
Lebih transparan dan akurat – Proses penghitungan suara tidak lagi manual sehingga meminimalisir kesalahan.
Ramah lingkungan – Tidak ada kertas yang terbuang karena semua proses dilakukan digital.
Efisiensi waktu – Pemilihan bisa dilakukan lebih cepat tanpa mengganggu jadwal belajar siswa.
Langkah ini juga sejalan dengan pemanfaatan teknologi pendidikan yang terus digalakkan di berbagai negara. Sebagai perbandingan, banyak sekolah di luar negeri telah mengembangkan sistem e-voting untuk kegiatan serupa, seperti yang dilaporkan di Edutopia.
Dengan suksesnya pemilihan Ketua OSIS online tahun 2025, SMP-IT Harapan Bangsa Tanjung Morawa berharap kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain. Bukan hanya sekadar mengikuti tren digital, tetapi juga memberikan contoh nyata bagaimana demokrasi bisa berjalan dengan modern, efisien, dan tetap berintegritas.
Sekolah berkomitmen untuk terus melakukan inovasi, baik dalam kegiatan pembelajaran maupun organisasi siswa. Dengan begitu, para pelajar dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas akademis, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab sosial yang tinggi.
???? Baca juga artikel terkait: Profil Yayasan Pendidikan Harapan Bangsa (tautan internal ke halaman profil yayasan di blog Anda)
Pemilihan Ketua OSIS secara online di SMP-IT Harapan Bangsa Tanjung Morawa tahun 2025 menjadi langkah maju dalam dunia pendidikan. Selain memberi pengalaman baru bagi siswa, kegiatan ini juga memperkuat budaya demokrasi sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi secara positif.
Dengan dukungan penuh guru, pegawai sekolah, dan antusiasme siswa, sistem ini diharapkan dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan pada periode-periode berikutnya.