
Guru SMP IT Harapan Bangsa ikuti program "Teacher To Learning". Fokus Coaching Perangkat Pembelajaran untuk mutu pendidikan yang lebih adaptif. Wajib baca!
Teacher To Learning 2025
Setiap tahun, tanggal 28 Oktober selalu membawa semangat yang membara bagi seluruh rakyat Indonesia. Hari di mana para pemuda terdahulu berikrar untuk bersatu, kini menjadi momentum bagi generasi penerus untuk berkarya. Di SMP IT Harapan Bangsa Tanjung Morawa, semangat persatuan dan kemajuan tersebut diwujudkan melalui sebuah inisiatif strategis bertajuk "Teacher To Learning". Kegiatan ini memfokuskan pada sesi Coaching Perangkat Pembelajaran yang diikuti oleh seluruh jajaran guru dan staf pegawai.
Acara yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda tahun 2025 ini menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Fokusnya bukan sekadar mengikuti tren, melainkan menanamkan filosofi bahwa guru adalah pembelajar sejati (life-long learner) yang harus terus mengasah kompetensinya.
Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah SMP IT Harapan Bangsa Tanjung Morawa, Julia Maysarah Rosha, M. Pd., sekolah ini secara konsisten berupaya menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif, dimulai dari kualitas pengajar. Beliau memandang bahwa kunci utama kesuksesan implementasi kurikulum, terutama dalam konteks Kurikulum Merdeka yang menuntut kreativitas, terletak pada perangkat pembelajaran yang dibuat oleh guru.
"Guru yang hebat adalah guru yang perangkat pembelajarannya hidup dan berjiwa. Mereka bukan hanya menyusun checklist administrasi, tetapi merancang pengalaman belajar yang relevan dan mendalam bagi siswa," tegas Ibu Julia Maysarah Rosha, M. Pd. dalam sesi pembukaan.
Beliau menjelaskan bahwa coaching adalah metode yang paling efektif untuk mencapai tujuan tersebut. Berbeda dengan pelatihan tradisional, coaching bertujuan memberdayakan guru. Guru didorong untuk merefleksikan kembali Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau Modul Ajar yang mereka susun, menemukan area kelemahan, dan merancang perbaikan secara mandiri. Coach (pendamping) berperan sebagai cermin, memfasilitasi dialog konstruktif yang membantu guru melihat potensi terbaik dalam perangkat ajarnya.
Kegiatan coaching ini difokuskan pada tiga pilar utama dalam perangkat pembelajaran yang efektif:
Relevansi Konten: Memastikan materi ajar terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman dan relevan dengan tantangan abad ke-21. Guru didorong untuk menyisipkan isu-isu kontekstual yang dihadapi siswa.
Diferensiasi Pembelajaran: Perangkat harus mampu mengakomodasi keragaman gaya belajar siswa. Guru dibimbing untuk merancang kegiatan yang bervariasi, mulai dari proyek berbasis kreativitas hingga diskusi analitis mendalam.
Asesmen Autentik: Perangkat pembelajaran harus mencakup metode penilaian yang benar-benar mengukur pemahaman dan keterampilan siswa, bukan sekadar hafalan. Coaching menekankan pentingnya asesmen formatif sebagai bagian integral dari proses belajar.
Kehadiran seluruh guru mata pelajaran dan staf pegawai menunjukkan bahwa peningkatan mutu pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Ini mencerminkan budaya kolaborasi yang kuat di SMP IT Harapan Bangsa, sejalan dengan nilai-nilai Sumpah Pemuda, yaitu persatuan dalam tujuan.
Sesi coaching yang berlangsung selama sehari penuh ini dipenuhi dengan diskusi yang hidup dan praktik langsung. Setiap guru mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan perangkat ajarnya dan menerima umpan balik yang spesifik serta terukur dari coach yang telah ditunjuk, termasuk dari Ibu Kepala Sekolah sendiri.
Salah satu peserta coaching, Bapak Rahmat, guru mata pelajaran IPA, mengungkapkan, "Sesi coaching ini membuka mata kami. Selama ini, kami fokus pada kelengkapan administrasi. Sekarang kami menyadari bahwa perangkat pembelajaran adalah alat navigasi bagi siswa. Kami diajak untuk berpikir kritis: apa dampak yang akan dihasilkan dari perangkat yang saya buat ini?"
Dampak jangka panjang dari kegiatan ini diharapkan akan sangat signifikan. Dengan perangkat ajar yang teruji, guru akan lebih siap menghadapi dinamika kelas, mengelola waktu pembelajaran dengan lebih efisien, dan yang terpenting, menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan berkesan bagi siswa. Peningkatan kualitas perangkat pembelajaran ini akan langsung berimbas pada pencapaian akademik dan pembentukan karakter siswa yang sesuai dengan visi Yayasan Pendidikan Harapan Bangsa.
Untuk mengetahui lebih jauh tentang program pendidikan dan kegiatan unggulan kami, kunjungi laman resmi Yayasan Pendidikan Harapan Bangsa Tanjung Morawa:
Informasi Pendidikan Harapan Bangsa
Inisiatif "Teacher To Learning" di Hari Sumpah Pemuda ini adalah langkah proaktif SMP IT Harapan Bangsa Tanjung Morawa dalam menghadapi tantangan era disrupsi. Sekolah ini tidak menunggu perubahan, tetapi menciptakan perubahan itu sendiri melalui pemberdayaan sumber daya manusia.
Sebagai penutup, Ibu Julia Maysarah Rosha, M. Pd. menyampaikan pesan inspiratif, "Mari jadikan semangat Sumpah Pemuda sebagai energi kita. Bersatu dalam tekad, berinovasi dalam mengajar, demi satu tujuan: mencetak generasi pemimpin masa depan Indonesia yang berilmu dan berakhlak mulia."
Untuk Anda yang ingin mendalami lebih lanjut tentang pentingnya coaching dan pengembangan profesionalisme guru, berikut beberapa sumber referensi yang relevan:
Mengenal lebih jauh tentang
Pelajari tentang
Tips praktis untuk membuat
Mengapa
#SMPITHarapanBangsa #TanjungMorawa #TeacherToLearning #CoachingGuru #SumpahPemuda #PendidikanBerkualitas